Mengapa Renovasi Selalu Diikuti Deep Cleaning?
Proyek renovasi — sekecil apapun — selalu meninggalkan residu yang tidak terlihat oleh mata biasa: debu konstruksi yang masuk ke celah ventilasi, sisa semen di nat keramik, serpihan cat di kaca, atau bekas lem di permukaan lantai. Tanpa deep cleaning yang tepat, residu ini akan terus mengganggu kualitas udara dan penampilan gedung bahkan setelah renovasi selesai.
Tahapan Deep Cleaning Pasca Renovasi dari CleanCorp
- Assessment awal — Tim kami melakukan inspeksi menyeluruh untuk memetakan area yang paling terdampak dan menentukan produk serta metode yang tepat.
- Pembersihan debu konstruksi — Dimulai dari atas ke bawah: plafon, dinding, kemudian lantai. Kami menggunakan vacuum HEPA untuk menangkap partikel halus yang berbahaya jika terhirup.
- Pembersihan kaca dan partisi — Sisa cat, stiker pelindung, dan bekas lem dibersihkan dengan solvent khusus tanpa merusak permukaan.
- Pembersihan lantai intensif — Termasuk scrubbing nat keramik, polishing marmer atau granit, dan pembersihan sisa grout atau adhesif.
- Sanitasi ventilasi dan AC — Filter AC dan jalur ventilasi menjadi tempat penumpukan debu konstruksi yang paling masif. Pembersihan area ini wajib dilakukan sebelum sistem AC dinyalakan.
- Final inspection dan touch-up — Setelah seluruh tahapan selesai, tim supervisor kami melakukan pengecekan akhir dan mendokumentasikan hasilnya.
Area yang Paling Sering Terlewat
Berdasarkan pengalaman CleanCorp menangani puluhan proyek pasca renovasi di Bandung, area yang paling sering diabaikan adalah: bagian dalam laci dan lemari built-in, permukaan belakang pintu, serta area di bawah dan di belakang perabot tetap. Kami memastikan tidak ada sudut yang terlewat dalam setiap penugasan deep cleaning kami.